You are browsing the archive for December 2015 - AdeSetiawan.

Tipe-Tipe Data pada Java

December 21, 2015 in Uncategorized

Jenis-jenis Tipe Data/ Data Type

1.     Tipe data primitive (Sederhana)
Tipe data primitive adalah Tipe data yang mampu menyimpan satu nilai tiap satu variabel. Tipe data primitive merupakan tipe data dasar yang sering dipakai oleh program. Contoh tipe data primitive  adalah tipe numerik (integer dan real), tipe data karakter/char, tipe data boolean.
A.   Numeric
Tipe data numeric digunakan pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam bentuk angka. Tipe data ini terbagi atas integer, dan real.
a.   Integer
Integer Merupakan tipe data berupa bilangan bulat, terbagi atas beberapa kategori seperti table dibawah ini
Tipe Data
Ukuran Tempat
Rentang Nilai
Byte
1 byte
0 s/d +255
Shortint 
1 byte
-28 s/d +127
Integer
2 bytes
-32768 s/d 32767
Word 
2 bytes
0 s/d 65535
Longint 
4 bytes
2147483648 s/d 2147483647
b.   Real
Real adalah bilangan yang berisi titik desimal atau jenis bilangan pecahan.
Tipe Data
Ukuran Tempat
Rentang Nilai
real
6 bytes
2.9 x 10-39 s/d 1.7 x1038
single 
4 bytes
1.5 x 1045 s/d 3.4 x 1038
double
8 bytes
5.0 x 10-324 s/d 1.7 x 10308
extended 
10 bytes
3.4 x 10-4932 s/d 1.1 x 104932
comp 
8 bytes
-9.2x 1018 s/d 9.2x 1018
B.   Karakter (char)
Karakter merupakan tipe data yang hanya mampu menyimpan 1 digit karakter.  Ukuran untuk tipe data karakter adalah 1 byte (1 byte = 8 bit). Adapun macam karakter yang ada sejumlah 256 macam karakter yaitu dari kode karakter (ASCII), 0 sampai dengan 255. Untuk penulisan karakter menggunakan tanda petik tunggal (‘ )  di depan dan belakang karakter yang ditulis. Contoh : ‘a’, ‘A’,’&’ dll.
Nilai-nilai yang termasuk karakter adalah :
a.      Karakter huruf : ‘a’..’z’,’A’..’Z’
b.      Karakter angka : ‘0’..’9’
c.       Karakter tanda baca : titik, koma, titik koma, titik dua dan sebagainya
d.      Karakter khusus : $, %, #, @ dan sebagainya.
C.      Boolean
Boolean merupakan tipe data logika, yang berisi dua kemungkinan nilai: TRUE (benar) atau FALSE (salah). Tipe data boolean memakai memori paling kecil.
2.     Tipe data Composite
Tipe Data Komposit merupakan tipe data yang dapat menampung banyak nilai, antara lain sebagai berikut.
A.   Array
Array atau sering disebut sebagai larik, adalah tipe data yang sudah terstruktur dengan baik, meskipun masih sederhana. Array mampu menyimpan sejumlah data dengan tipe yang sama (homogen) dalam sebuah variabel. Sebagai ilustrasi, array mampu menampung banyak data namun dengan satu tipe data yang sama, misalnya integer saja. Setiap lokasi data array diberi nomor indeks yang berfungsi sebagai alamat dari data tersebut.
B.   Record atau struct
Seperti halnya Array, Record atau Struct juga termasuk tipe data komposit. Record dikenal dalam bahasa Pascal/Delphi sedangkan Struct dikenal dalam bahasa C++. Berbeda dengan array, tipe data record mampu menampung banyak data dengan tipe data berbeda-beda (heterogen). Misalnya, satu bagian integer, satu bagian lagi character, dan bagian lainnya Boolean. Biasanya record digunakan untuk menampung data suatu obyek. Misalnya, siswa memiliki nama, alamat, usia, tempat lahir, dan tanggal lahir. Nama akan menggunakan tipe data string, alamat bertipe data string, usia bertipe data single (numeric), tempat lahir bertipe data string, dan tanggal lahir bertipe data date. Berikut ini contoh pengunaan record dalam Delphi.
C.   Image
Image, atau gambar, atau citra, merupakan tipe data grafik. Misalnya grafik perkembangan jumlah siswa SMK, foto keluarga kita, video perjalanan, dan lain-lain. Pada bahasa-bahasa pemrograman modern terutama yang berbasis visual, tipe data ini telah didukung dengan sangat baik.
D.   Date Time
Nilai data untuk tanggal (date) dan waktu (time) secara internal disimpan dalam format yang spesifik. Variabel atau konstanta yang dideklarasikan dengan tipe data Date dapat digunakan untuk menyimpan, baik tanggal maupun jam. Tipe data ini masuk dalam kelompok tipe data composite, karena merupakan bentukan dari beberapa tipe data.
E.   Object
Tipe data object digunakan untuk menyimpan nilai yang berhubungan dengan obyek-obyek yang disediakan oleh Visual Basic, Delphi, dan bahasa pemrograman lain yang berbasis GUI. Sebagai contoh, apabila mempunyai form yang memiliki control Command button, yang kita beri nama Command1.
F.    Subrange
Tipe data subrange merupakan tipe data bilangan yang mempunyai jangkauan nilai tertentu sesuai dengan yang ditetapkan programmer. Biasanya, tipe data ini mempunyai nilai batas minimum dan nilai batas maksimum. Tipe data ini didukung dengan sangat baik dalam Delphi.
G.   Enumerasi
Tipe data ini merupakan tipe data yang mempunyai elemen-elemen yang harus disebut satu persatu, dan bernilai konstanta integer sesuai dengan urutannya. Nilai konstanta integer elemen ini diwakili oleh suatu nama variable yang ditulis di dalam kurung. Tipe data ini juga dijumpai pada Delphi, dan bahasa pemrograman deklaratif seperti SQL.
Pada contoh di atas, tipe data Hari_dlm_Minggu termasuk enumerasi dengan rentang nilai Nol, dimana Senin sampai dengan Minggu dan nilai data dari 0, 1, sampai dengan 7. Sedangkan tipe data Nama_Bulan termasuk enumerasi dengan rentang nilai Nol, Januari sampai dengan Desember dan nilai data dari 0, 1, sampai dengan 12.
Tipe Data Lainnya
1.    Tipe Data Terstruktur
A.   Tipe Data String
Merupakan suatu data yang menyimpan array (larik), sebagai contoh ‘ABCDEF’ merupakan sebuah konstanta string yang berisikan 6 byte karakter. Ukuran Tempat untuk tipe data ini adalah 2 s/d 256 byte, dengan jumlah elemen 1 s/d 255.
B.   Tipe Data Set
Sebuah set merupakan suatu himpunan yang berisi nilai (anggota). Set merupakan Tipe data yang khusus untuk Pascal. Set dalam pemrograman sangat mirip dengan himpunan dalam ilmu matematika.
Salah satu manfaat dari penggunaan tipe data set adalah untuk mengecek apakah suatu nilai muncul dalam suatu range tertentu. Misalnya, untuk menentukan apakah suatu karakter berupa Lower Case Letter (huruf kecil), mis. Ch adalah tipe Char, kita bisa menulis, if (Ch >= ‘a’) and (Ch <= ‘z’) then Writeln( Ch,’ merupakan huruf kecil.’); atau, dengan notasi set, kita bisa menulis, if Ch in [‘a’..’z’] then Writeln( Ch,’ merupakan huruf kecil.’);
2.    Tipe Data Pointer
Pointer merupakan variabel khusus yang berisi suatu address (alamat) di lokasi lain didalam memori. Suatu variabel yang points (menunjuk) ke sesuatu sehingga disebut pointer.
Ada dua macam pointer:
a)   Typed (tertentu) : merupakan pointer yang menunjuk pada tipe data tertentu pada variabel.
b)   Generic (umum) : merupakan pointer yang tidak menunjuk pada tipe data tertentu pada variabel.
Perlu diingat yah sobat, Type data semakin hari semakin berkembang. Itu terbukti dari analisa WESBOL pribadi, ketika WESBOL menggunakan VB6 dan Microsoft Ascces sebagai databasenya, type data yang keluar hanya sedikit.
ScreenShot Tipe Data pada Database Microsoft Access

Pengertian dan Jenis-jenis Tipe Data/ Data Type didalam Dunia Pemrograman
Namun setelah WESBOL beralih menggunakan VB6 dan MySQL sebagai databasenya, type data yang keluar sangat banyak.

ScreenShot Tipe Data pada Database MySQL

Pengertian dan Jenis-jenis Tipe Data/ Data Type didalam Dunia Pemrograman
Pengertian dan Jenis-jenis Tipe Data/ Data Type didalam Dunia Pemrograman

 

Pengertian dan Jenis-jenis Tipe Data/ Data Type didalam Dunia Pemrograman

Membuat array pada Java dan Contoh nya

December 21, 2015 in Uncategorized

Contoh Lengkap Program Array Pada Java

Array adalah sekelompok data sejenis yang disimpan ke dalam variabel dengan nama yang sama, dengan memberi indeks pada variabel untuk membedakan antara yang satu dengan yang lain.VARIABEL ARRAY
nama_variabel[indeks]

ketentuan nama variabel arrray sama dengan nama variabel biasa.
indeks menunjukkan nomor dari variabel .

DEKLARASI VARIABEL ARRAY

BU : tipe nama_variabel[indeks];

Contoh : float bil[10];
deklarasi variabel array dengan nama bil yang akan menampung 10 data yang bertipe float. Indeks 10 menunjukkan variabel bil terdiri dari 10 elemen, dimana setiap elemen akan menampung sebuah data.

Indeks array dimulai dari nol(0) , sedang nomor elemen biasanya dimulai dari satu(1). Nomor elemen dapat dibuat sama dengan nomor indeks untuk mempermudah pembuatan program yaitu dengan memberi indeks satu lebih banyak dari jumlah data yang dibutuhkan, sehingga menjadi :
float bil[11]

INISIALISASI ARRAY 1 DIMENSI
Inisialisasi dapat dilakukan bersama dengan deklarasi atau tersendiri. Inisialisasi suatu array adalah dengan meletakkan elemen array di antara tanda kurung kurawal {}, antara elemen yang satu dengan lainnya dipisahkan koma.
int bil[2] = {4,1,8}

bil[0] = 4
bil[1] = 1
bil[2] = 8

AUTOMATIC ARRAY adalah Inisialisasi array dilakukan di dalam fungsi tertentu. Hanya compiler C yang berstandar ANSI C yang dapat menginisialisasikan automatic array.
Cara menginisialisasikan array dari compiler yg tidak mengikuti standar ANSI C:
1. Diinisialisasikan di luar fungsi sebagai variabel GLOBAL/EXTERNAL ARRAY.
int bil[2]={0,0,0};
main()

2. Diinisialisasikan didlm fungsi sebagai variabel LOKAL/STATIC ARRAY.
main()
{
static int bil[2]={0,0,0};
………

Pada automatic array yang tidak diinisialisasikan , elemen array akan memiliki nilai yang tidak beraturan. Bila global & static array tidak diinisialisasi maka semua elemen array secara otomatis akan diberi nilai nol(0).

Contoh :
main()
{
int y;
int hitung=0;
int x[0];
for(y=0;y<5;y++)
{
hitung+=y;
x[y]=hitung;
printf(“%3d – %3d\n”,y,x[y]);
}
}

OUTPUT:
0- 0
1- 1
2- 3
3- 6
4- 10

MENDEFINISIKAN JUMLAH ELEMEN ARRAY DALAM VARIABEL
Besarnya variabel indeks dapat ditentukan dengan menggunakan
preprocessor directives #define
#define N 40
main()
{
int no[N],gaji[N],gol[N],status[N],juman[N];

Bila besari indeks akan diubah menjadi 50, cukup diganti dengan
#define N 50

ARRAY 2 DIMENSI
nama_variabel [indeks1][indeks2]

indeks1 : jumlah/nomor baris
indeks2 : jumlah/nomor kolom
Jumlah elemen yang dimiliki array 2 dimensi dapat ditentukan dari hasil perkalian indeks1 * indeks2

misal : array A[2][3] akan memiliki 2*3 = 6 elemen.

main()
{
float bil [5] [5]
…….

dapat dituliskan dengan #define
#define N 5
main()
{
float bil [N] [N]
…….

INISIALISASI ARRAY 2 DIMENSI
main()
{
float bil[2] [3] =
{ { 1,2,3}, /*baris 0*/
{ 4,5,6}, /*baris 1*/
}

elemen bil [0] [0] = 1
elemen bil [0] [1] = 2
elemen bil [0] [2] = 3
elemen bil [1] [0] = 4
elemen bil [1] [1] = 5
elemen bil [1] [2] = 6

Contoh :
main()
{
int x[3][5];
int y,z;
int hitung=0;
for(y=0;y<3;y++)

{
printf(“y = %d\n”,y);
for(z=0;z<5;z++)
{
hitung+=z;
x[y][z] = hitung;
printf(“%/t%3d – %3d\n”,z,x[y][z]);
}
}
}

OUTPUT:
y = 0
0- 0
1- 1
2- 2
3- 6
4- 10
y = 1
0- 10
1- 11
2- 13
3- 16
4- 20
y = 2
0- 20
1- 21
2- 23
3- 26
4- 30

STRING dan ARRAY
1. Pada string terdapat karakter null() di akhir string
2. String sudah pasti array, array belum tentu string

CONTOH – CONTOH :
1. array dengan pengisian input melalui keyboard
baca_input()
{
float nilai[10];
for(i=0;i<10;i++)
scanf(“%d”,&nilai[i]);
}

2. Fungsi yang mencetak isi array dari akhir ke awal
cetak_array()
{
float nilai[10];
for(i=9;i>=0;i–)
scanf(“%3f”,nilai[i]);
}
3. Menghitung rata – rata isi array nilai
rata_rata()
{
float nilai[10],jum*rata;
for(i=0,jum=0;i<=9;i++)
jum+=nilai[i];
rata=jum/i;
}

4. Mencari nilai terbesar
besar()
float temp,nilai[10];
{
for(temp=nilai[0],i=1;i<=9;i++)
if(nilai[i] > temp)
temp=nilai[i];
}
return(temp)

Pengertian Java dan Sejarah nya serta pengertian J2SE,J2EE,J2ME,JRE,JDK,JVM,JSP

December 21, 2015 in Uncategorized

Pengenalan Java – 1
PENGENALAN TEKNOLOGI JAVA
Ade Setiawan
email: adesset78@gmail.com
A. Kilas Balik Sejarah Java
Berbicara mengenai Java dapat dikenakan pada ada dua bagian, yaitu: (a) Java sebagai bahasa pemrograman, dan (b) Java sebagai sebuah platform. Java sebagai bahasa pemrograman dimulai ketika James Gosling dkk (tahun 1990), pemrogram yang bekerja pada Sun Microsystems mendapat tugas menciptakan program untuk mengendalikan perangkat elektronika rumah tangga, yang dikenal dengan nama proyek ‘Green’.
Gosling (dibantu oleh rekan-rekannya Patrick Naugton, Chris Warth, Ed Frank, dan Mike Sheridan) mulai mendesain program tersebut dengan bahasa pemrograman C++, karena adanya sifat berorientasi obyek. Saat menggunakan C++, Gosling mulai merasakan bahwa bahasa tersebut tidak cocok untuk tugas yang dibebankan kepada timnya. Beberapa permasalah yang muncul, seperti: pewarisan majemuk (multiple inheritance) dan bug program berupa kebocoran memori (memory leaks). Gosling segera memutuskan untuk merancang sendiri bahasa pemrograman komputer yang sederhana dan mampu menghindarkannya dari masalah-masalah tersebut dengan tetap memanfaatkan sintaks dasar dan sifat berorientasi objek dari C++.
Akhirnya lahir Java (awalnya diberi nama Oak) sebagai sebuah bahasa pemrograman berbasis object-oriented baru yang portable dan dapat diimplementasikan pada beragam peralatan dengan kapasitas memori terbatas. Oleh karenanya, Java dibekali dengan kemampuan untuk dapat dipergunakan pada beragam platform (portable). Hal ini menjadikan aplikasi yang ditulis dengan Java dapat langsung dijalankan pada platform yang mendukung Java tanpa perlu mengkompilasi ulang kode sumber Java tersebut. Itulah mengapa dalam pemrograman Java dikenal istilah “write once, run everywhere”, sekali menuliskan kode program, dapat dijalankan di bawah platform manapun.
Java menurut definisi dari Sun Microsystem adalah sekumpulan teknologi untuk membuat perangkat lunak dan menjalankannya pada komputer standalone ataupun pada lingkungan jaringan. Java sebagai sebuah platform, terdiri atas dua bagian utama, yaitu: (a) Java Virtual Machine (JVM), dan Java Application Programming Interface (Java API). Pada dasarnya, terdapat berbagai jenis platform (sistem operasi) tempat aplikasi/perangkat lunak berjalan, seperti: Macintosh, Microsoft Windows, Unix, Netware, Linux, dan OS/2. Seringnya, aplikasi/perang lunak yang berjalan pada suatu platform (misalnya Windows) tidak dapat dijalankan di platform yang lain (misalnya Linux) tanpa harus kompilasi ulang atau pengubahan kode program. Java platform merupakan perangkat lunak yang menjadi mesin virtual bagi aplikasi Java untuk dieksekusi. Java berdiri di atas sebuah mesin intepreter yang diberi nama JVM. JVM inilah yang akan membaca file bytecode (ekstensi .class) dari suatu program sebagai representasi langsung program yang berisi bahasa mesin. Jadi aplikasi Java tidak perlu dikompilasi ulang jika telah dikompilasi di suatu platform dan akan dijalankan di platform berbeda dengan saat dikompilasi, karena aplikasi Java dijalankan di atas JVM.
Pengenalan Java – 2
Platform Java terdiri dari sekumpulan library, compiler, debugger dan alat lain yang dipaket dalam Java Development Kit (JDK). Java 2 adalah generasi yang sekarang sedang berkembang dari platform Java. Agar sebuah program Java dapat dijalankan, maka file sumber (ekstensi .java) harus dikompilasi menjadi file bytecode. Untuk menjalankan file byte-code tersebut dibutuhkan Java Runtime Environment (JRE) yang memungkinkan pemakai untuk menjalankan program Java, hanya menjalankan tidak membuat kode baru lagi. JRE terdiri dari JVM dan library Java yang digunakan.
Pada saat ini, Java Platform telah ada secara default pada berbagai sistem operasi, antara lain:
 Windows 9.X/NT/2000
 Sun Solaris
 MacOS
 Novell Netware 4.0
 HPUx
 Hitachi OS
 AIX
 Irix
 Unixware (SCO)
Java dan class pendukungnya didistribusikan dalam tiga bagian yang masing-masing memiliki konsentrasi tersendiri, yaitu:
Java 2 Enterprise Edition (J2EE)
untuk aplikasi enterprise dengan focus pada pengembangan sisi webserver, termasuk seriet, JSP, EJB, XML
Java 2 Standard Edition (J2SE)
untuk aplikasi desktop
Java 2 Micro Edition (J2ME)
untuk piranti dengan sumberdaya terbatas (perangkat mobile)
Gambar 1

Capture. Konstruksi edisi Java (J2EE, J2SE, dan J2ME)
Pengenalan Java – 3
 J2EE (Java 2 Enterprise Edition)
J2EE adalah kelompok dari beberapa API (Application Programming Interface) dari Java dan teknologi selain Java. J2EE dirancang untuk membuat aplikasi yang rumit, dan sering dipandang sebagai middle-ware atau teknologi yang berjalan di server. Pada kenyataannya J2EE tidak hanya terbatas untuk itu, bahkan juga mencakup teknologi yang dapat digunakan di semua lapisan dari sebuah sistem informasi. Implementasi J2EE menyediakan kelas dasar dan API dari Java yang mendukung pengembangan dan rutin standard untuk aplikasi client maupun server, termasuk aplikasi yang berjalan di web browser.
 J2SE (Java 2 Second Edition)
J2SE adalah inti/ dasar dari bahasa pemrograman Java. JDK, tool open source dari Sun, adalah salah satu tool dari J2SE untuk mengkompilasi dan menjalankan program Java. Tool J2SE yang salah satunya adalah JDK 1.7 dapat diunduh pada http://java.sun.com/.
 J2ME (Java 2 Micro Edition)
J2ME adalah lingkungan pengembangan yang dirancang untuk meletakan perangkat lunak Java pada barang elektronik beserta perangkat pendukungnya dengan sumberdaya terbatas. Teknologi J2ME memiliki beberapa keterbatasan. Jika diaplikasikan pada ponsel, J2ME sangat tergantung pada perangkat (device) yang digunakan, dapat dari segi merk ponsel atau dukungan terhadap teknologi J2ME. Jadi sangat mungkin terjadi dapat berjalan dengan baik pada suatu perangkat, tetapi tidak dapat berfungsi baik pada perangkat lainnya. Keterbatasan lainnya adalah pada ukuran aplikasi, karena memori pada ponsel sangat terbatas. Bahkan sebagian ponsel tidak mengijinkan aplikasi J2ME menulis pada file, karena alasan keamanan.
J2ME membawa Java ke dunia informasi, komunikasi, dan perangkat komputasi (selain perangkat komputer desktop) yang biasanya dengan sumberdaya lebih kecil. J2ME biasa digunakan pada telepon selular, personal digital assistants (PDA), tablet, dan sejenisnya.
J2ME adalah bagian dari J2SE, sehinga tidak semua librabry yang ada pada J2SE dapat digunakan pada J2ME; Tetapi J2ME mempunyai beberapa library khusus yang tidak dimiliki J2SE.
B. Teknologi Java
Java API menyediakan beberapa fitur yang menarik untuk pengembangan aplikasi, antara lain:
 Applet
Java Applet merupakan program Java yang berjalan di atas browser. Penggunaan Java Applet menjadikan halaman HTML akan lebih dinamis dan menarik. Fitur ini sangat cocok untuk pengembangan aplikasi-aplikasi berbasis web.
 Java Networking
Java Networking merupakan sekumpulan API yang menjadikan fungsi-fungsi untuk aplikasi-aplikasi jaringan. Java Networking menyediakan akses untuk TCP, UDP, IP Address dan URL, tetapi tidak untuk ICMP dikarenakan alasan keamanan.
 Java Database Connectivity (JDBC)
JDBC menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk mengakses basisdata, seperti: Oracle, MySQL, PostgreSQL, atau Microsoft SQL Server.
Pengenalan Java – 4
 Java Security
Java Security menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk mengatur keamanan dari aplikasi Java baik secara high level maupun low level, seperti: public/private key management and certificates.
 Java Swing
Java Swing menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi GUI (Graphical User Interface) dengan model yang lebih beragam.
 Java RMI
Java RMI menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi Java yang mirip dengan model RPC (Remote Procedure Call), sehingga obyek Java dapt dipanggil (call) secara remote pada jaringan komputer.
 Java 2D/ 3D
Java 2D/ 3D menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk membangun grafik 2D/ 3D yang menarik dan juga akses ke printer.
 Java Server Pages (JSP)
Berkembang dari Java Servlet yang digunakan untuk menggantikan aplikasi-aplikasi CGI. JSP yang mirip ASP dan PHP merupakan alternatif terbaik untuk solusi aplikasi internet.
 Java Native Interface (JNI)
JNI menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk mengakses fungsi-fungsi pada library (*.dll atau *.so) yang dibuat dengan bahasa pemrograman yang lain, seperti: C++.
 Java Sound
Java Sound menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk memanipulasi sound.
 Java (Interface Definition Language) IDL + (Common Object Request Broker) COBRA
Java IDL menyediakan dukungan Java untuk implementasi COBRA yang merupakan model objek terdistribusi untuk solusi aplikasi besar di dunia jaringan.
 Java Card
Java Card utamanya digunakan untuk aplikasi-aplikasi pada smart card, yang sederhana wujudnya seperti SIM card pada handphone.
 Java Telephony Application Programming Interface (JTAPI)
JTAPI menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk memanfaatkan alat-alat telepon, sehingga akan cocok untuk aplikasi-aplikasi CTI (Computer Telephony Integration) yang dibutuhkan seperti ACD (Automatic Call Distribution), PC-PBX dan lainnya.
C. Keunggulan Java
Java merupakan teknologi yang unik dan revolusioner dengan semboyan “write once run anywhere” sehingga program Java dapat dijalankan di berbagai platform sistem operasi seperti Linux, Windows maupun Unix. Berikut ini adalah beberapa kelebihan pemrograman Java dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.
 Bersifat portable dan platform independent
Program Java dapat dijalankan di berbagai platform asalkan JVM untuk platform tersebut tersedia.
Pengenalan Java – 5
 Pembuang Sampah (Garbage Collection)
Program Java membuang sendiri “sampah-sampah” yang tak berguna, artinya program tidak perlu menghapus obyek yang dialokasikannya di memori karena dealokasi memori dilakukan secara otomatis. Ini menjadikan program Java bebas dari permasalahan pengelolaan memori.
 Bebas Arsitektur (Architecture Neutral)
Pada dasarnya, program Java dirancang untuk bekerja pada berbagai arsitektur prosesor dan berbagai sistem operasi. Oleh karena itu, program java bekerja dengan intepreter Java untuk mengubah program Java menjadi byte-code sebelum dijalankan oleh suatu mesin tertentu.
 Tangguh (Robust)
Berangkat dari hasil intepreter Java memeriksa seluruh akses sistem yang dilakukan program, maka program Java tidak akan membuat sistem menjadi crash. Bila terjadi masalah serius, program Java membuat pengecualian (exception) yang dapat ditangani dan dikelola oleh program tanpa beresiko memacetkan sistem.
 Aman (Secure)
Sistem Java sangat handal dalam mengelola memori, tidak hanya memverifikasi seluruh akses ke memori, tetapi juga menjamin tidak ada virus yang “membonceng” pada program yang sedang berjalan. Hal ini juga dikarenakan Java tidak mendukung pointer, sehingga program tidak mendapat akses ke area sistem dimana ia tidak mendapat otorisasi.
 Dapat Diperluas
Program Java mendukung metode native code, yaitu memungkinkan pemrogram menulis fungsi dalam bahasa lain, biasanya C++ yang dapat dieksekusi secara lebih cepat karena langsung berjalan di atas perangkat keras yang bersangkutan, dari pada yang ditulis dalam Java yang berjalan di atas JVM. Metode native code dikaitkan secara dinamis (dynamically linked) ke program Java, yakni dikaitkan dengan program saat runtime.
D. Karakteristik Java
Java dikenal sebagai bahasa pemrograman tingkat tinggi dengan karakteristik/sifat-sifat berikut:
 Sederhana (Simple)
Java dirancang untuk mudah dipelajari, khususnya bagi pemrogram C++ akan mudah sekali untuk berpindah ke Java. Selain itu pengembang Java banyak membuang fitur-fitur yang tidak diperlukan seperti pointer matematis, casting tipe implicit, struktur atau union, operator overloading, template, header filer, maupun pewarisan majemuk (multiple inheritance).
 Berorientasi Objek (Object Oriented)
Java menggunakan kelas-kelas untuk mengelola kode ke dalam modul-modul logika. Pada saat runtime, program menciptakan objek dari kelas-kelas yang ada. Kelas-kelas Java dapat merupa-kan warisan dari kelas lain, tetapi pewarisan majemuk tidak diperkenankan.
 Bertipe Statik
Pengenalan Java – 6
Semua objek yang digunakan dalam program harus dideklarasikan sebelum digunakan. Cara ini memungkinkan kompilator Java melaporkan dan melokalisir terjadinya konflik-konflik tipe.
 Terkompilasi
Sebelum program Java dapat berjalan, maka harus dikompilasi oleh kompilator Java (javac). Hasil kompilasinya berupa file kode byte (bytecode), mirip dengan kode mesin, yang dapat dieksekusi di bawah sistem operasi apapun asal memiliki intepreter Java (JVM). Jadi dapat dikatakan program Java merupakan bahasa yang dikompilasi sekaligus diintepretasi.
 Multi-threaded
Program Java dapat berisi eksekusi multiple threads, yang memungkinkan program mengulas citra di layar pada satu thread, sementara tetap dapat menerima masukan dari keyboard pada thread utamanya. Semua aplikasi memiliki paling tidak satu thread yang menggambarkan alur eksekusi utama program.
E. Perbandingan Java dengan C++
Kedekatan Java dengan C++ menjadikan perlunya mengetahui perbandingan yang ada di antara mereka. Bahasa pemrograman C++ sangat tangguh tetapi rumit, sedangkan bahasa pemrograman Java dirancang lebih sederhana (sehingga lebih mudah dipelajari). Perbandingan Java dengan C++ dapat dilihat dari berbagai aspek sebagai berikut.
Perbedaan Secara Umum
 Pada Java, manajemen memori dinamis dan pointer dilakukan secara otomatis. Otomatisasi ini menghilangkan kemungkinan bagi penggunaan pointer yang dapat merusak kestabilan program dan sistem operasi. Pada C/ C++ pemrogram melaku-kan sendiri alokasi dan dealokasi memory.
 Java tidak mengenal multiple inheritance seperti pada C/ C++. Multiple inheritance pada C/ C++ membingungkan dan berakibat pada sulitnya pembuatan aplikasi dan compiler. Sebagai ganti yang lebih baik, Java menggunakan interface.
 Java menggunakan bahasa OOP murni sedangkan C++ adalah bahasa OOP hybrid (dapat menggunakan model OOP maupun procedural).
 Java menggunakan model Exception dalam menangani kesalahan program.
 Java tidak menggunakan compiler-directive pada kode sumber (source code).
 Java memiliki fasilitas garbage collection yang bekerja secara otomatis untuk menjamin ketersediaan memory dengan membe-baskan memory yang tidak terpakai lagi.
 Java sangat portable, baik file sumbernya maupun hasil kompilasinya. Hal ini berbeda dengan C/ C++ yang hanya portable pada level kode sumbernya saja dengan melakukan kodifikasi ketika dipindahkan ke platform yang berbeda.
 Spesifikasi bahasa dan implementasi Java sudah ditetapkan dan tidak mengikuti suatu mesin atau platform tertentu. Hal ini berbeda dengan C/ C++ yang sangat tergantung pada mesin dan platform yang akan digunakan.
Pengenalan Java – 7
Berdasarkan Tujuan Desain
C++ didesain terutama untuk sistem pemrograman, yaitu pengembangan bahasa pemrograman C. Untuk itu prosedur bahasa pemrograman didisain untuk eksekusi program yang lebih efisien. pada C++ telah ditambahkan penunjang untuk program berorientasi objek dengan jenis statis, kecuali dalam hal pengendaliannya, mencakup pengaturan sumber daya dan pemrograman generik, khususnya juga ditambahkan ‘standard library’ termasuk algoritma dan isi program generik.
Java pada awalnya dirancang untuk mendukung jaringan komputer. Java dipercaya sebagai mesin virtual yang aman dan sangat mudah. Java dipaket (bundle) dengan desain pustaka (libraries) yang luas untuk menyediakan abstraksi yang lengkap dari suatu platform. Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek berjenis statis yang penggunaan syntaxnya mirip dengan bahasa pemrograman C, tapi tidak kompatibel dengannya. Java didisain dari awal, dengan tujuan agar mudah digunakan dan dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas.
Berdasarkan Tujuan Pengembangan
Berdasarkan tujuan pengembangannya, Java dengan C++ memunculkan perbedaan prinsip dan perbedaan desain di masing-masing pihak sebagai berikut.
C++
Java
Capture

Pengertian dari macam-macam Java

J2SE (Java 2 Standard Edition)

1.     Aplikasi yang dibuat dan dikembangkan penulis dalam penulisan ini menggunakan bahasa pemrograman berbasis Java 2 Standard Edition (lebih dikenal dengan J2SE). Pada bagian ini, penulis akan menjelaskan dasar-dasar J2SE, meliputi pengenalan J2SE dan komponen pada J2SE. Berikut adalah penjelasannya: J2SE atau Java 2 Standard Edition merupakan bahasa pemrograman Java untuk aplikasi desktop yang merupakan object-oriented programming.
2.    J2EE (Java 2 Enterprise Edition)
       J2EE adalah kelompok dari beberapa API (Application Programming Interface) dari Java dan teknologi selain Java. J2EE dirancang untuk membuat aplikasi yang rumit. J2EE sering dianggap sebagai middle-ware atau teknologi yang berjalan di server, namun sebenarnya J2EE tidak hanya terbatas untuk itu. Faktanya J2EE juga mencakup teknologi yang dapat digunakan disemua lapisan dari sebuah sistem informasi. Implementasi J2EE menyediakan kelas dasar dan API dari Java yang mendukung pengembangan dan rutin standard untuk aplikasi client maupun server, termasuk aplikasi yang berjalan di web browser. untuk aplikasi berbasis web, aplikasi sistem tersebar dengan beraneka ragam klien dengan kompleksitas yang tinggi.
3.     J2ME (Java 2 Micro Edition)
        J2ME adalah lingkungan pengembangan yang dirancang untuk meletakan perangkat lunak Java pada barang elektronik beserta perangkat pendukungnya. Pada J2ME, jika perangkat lunak berfungsi baik pada sebuah perangkat, maka belum tentu juga berfungsi baik pada perangkat yang lainnya. J2ME membawa Java ke dunia informasi, komunikasi, dan perangkat komputasi selain perangkat komputer desktop yang biasanya lebih kecil dibandingkan perangkat komputer desktop. J2ME biasa digunakan pada telepon selular, pager, personal digital assistants (PDA) dan sejenisnya. J2ME adalah bagian dari J2SE, karena itu tidak semua librabry yang ada pada J2SE dapat digunakan pada J2ME. Tetapi J2ME mempunyai beberapa library khusus yang tidak dimiliki J2SE.
4.    JRE   (Java Runtime Environment)
Java Runtime Environment (JRE) menyediakan perpustakaan, Java Virtual Machine (JVM), dan komponen lain untuk menjalankan applet dan aplikasi yang ditulis dengan bahasa pemrograman Java. Selain itu, terdapat dua buah kunci teknologi yang merupakan bagian dari JRE, yaitu: d Plug-in, yang memungkinkan menjalankan applet di browser populer dan Java Web Start, yang menyebarkan aplikasi mandiri melalui jaringan. JRE tidak mengandung utilitas seperti compiler atau debugger untuk mengembangkan applet dan aplikasi.
5.        JDK   (Java Development Kit)
Java Development Kit (JDK) merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk menajemen dan membangun berbagai aplikasi Java. JDK merupakan superset dari JRE, berisikan segala sesuatu yang ada di JRE ditambahkan compiler dan debugger yang diperlukan untuk mengembangkan applet dan aplikasi.
6.       JSP (Java Server Pages)
JSP adalah suatu teknologi web berbasis bahasa pemrograman Java dan berjalan di Platform Java, serta merupakan bagian teknologi J2EE (Java 2 Enterprise Edition).
7.       JVM (Java Virtual Machine)
JVM adalah sebuah mesin imajiner (maya) yang bekerja dengan menyerupai aplikasi pada sebuah mesin nyata. JVM menyediakan spesifikasi hardware dan platform dimana kompilasi kode Java terjadi. Spesifikasi inilah yang membuat aplikasi berbasis Java menjadi bebas dari platform manapun karena proses kompilasi diselesaikan oleh JVM.

ALGORITMA

December 8, 2015 in Uncategorized

Pengertian  Algoritma
mungkin bagi orang yang sudah berkecimung di dunia pemograman pasti sudah mengerti apa itu algoritma
saya di sini akan memberi tau bagi anda yang belum tau apa itu Algoritma
Algoritma sering diterapkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, apakah Pengertian Algoritma itu? Berikut pembahasannya lebih mendalam.
Algoritma adalah Sistim kerja komputer memiliki brainware, hardware, dan software. Tanpa salah satu dari ketiga sistim tersebut, komputer tidak akan berguna. Kita akan lebih fokus pada softwarekomputer. Software terbangun atas susunan program (silahkan baca mengenai pengertian program) dan syntax (cara penulisan/pembuatan program). Untuk menyusun program atau  syntax, diperlukannya langkah-langkah yang sistematis dan logis untuk dapat menyelesaikan masalah atau tujuan dalam proses pembuatan suatu software. Maka,Algoritma berperan penting dalam penyusunan program atau syntax  tersebut.
Pengertian Algoritma adalah susunan yang logis dan sistematis untuk memecahkan suatu masalah atau untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam dunia komputer, Algoritma sangat berperan penting dalam pembangunan suatu software. Dalam dunia sehari-hari, mungkin tanpa kita sadari Algoritma telah masuk dalam kehidupan kita.
Pengertian Algoritma adalah susunan yang logis dan sistematis untuk memecahkan suatu masalah atau untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam dunia komputer, Algoritma sangat berperan penting dalam pembangunan suatu software. Dalam dunia sehari-hari, mungkin tanpa kita sadari Algoritma telah masuk dalam kehidupan kita.

Algoritma berbeda dengan Logaritma. Logaritma merupakan operasi Matematika yang merupakan kebalikan dari eksponen atau pemangkatan. Contoh Logaritma seperti bc= a ditulis sebagai blog a = c (b disebut basis).

Contoh nyata Algoritma dalam kehidupan sehari-hari adalah “Cara Membuat Mie Instan”. Berikut langkah-langkah cara membuat mie instan:
  1. Ambil goreng di dalam lemari yang terletak di dapur.
  2. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti panci, gunting, piring, serta sendok dan garpu.
  3. Masukkan bumbu mie instan pada piring
  4. Hidupkan kompor, kemudian tuangkan air kurang lebih tiga gelas air ke dalam panci kemudian tunggu hingga air mendidih.
  5. Masukkan mie instan ke dalam air mendidih, lalu aduk dan tunggu hingga tiga menit.
  6. Tiriskan air di dalam panci, kemudian tuangkan mie pada piring.
  7. Aduk mie agar bumbu tercampur merata pada mie kemudian sajikan dengan keadaan hangat.
Kurang lebih di atas merupakan cara membuat mie instan. Langkah-langkah di atas juga termasuk dalam Algoritma. Jadi perlu diingat bahwa Algoritma tidak hanya diterapkan pada dunia komputasi, tetapi juga Algoritma diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan dalam dunia komputasi, contoh penggunaan Algoritma adalah dalam pembuatan program pada bahasa pemrograman seperti bahasa C, C#, dan Visual Basic. Dengan syntax pada tiap bahasa pemrograman dan Algoritma, maka akan tersusun program-program dan terlahirlah software.
Jadi intinya, Pengertian Algoritma adalah suatu langkah/urutan yang logis dan sistematis untuk pemecahan suatu masalah atau untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Penulisan Algoritma

  • Dalam bahasa natural (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan bahasa manusia lainnya)

– Tapi sering membingungkan (ambiguous)

  • Menggunakan flow chart (diagram alir)

– Bagus secara visual akan tetapi repot  kalau algoritmanya panjang.

  • Menggunakan pseudo-code

– Sudah lebih dekat ke bahasa pemrograman, namun sulit dimengerti oleh orang yang tidak mengerti pemrograman.

Tahapan Pelaksanaan Algoritma oleh Komputer

  1. Mendefinisikan masalah
  2. Menentukan solusi
  3. Memilih algoritma
  4. Menulis program
  5. Menguji program
  6. Menulis dokumentasi
  7. Merawat program

Tahapan Pelaksanaan Algoritma oleh Komputer

g

Bentuk Algoritma

1. Menggunakan Pseudocode

Pseudocode yaitu suatu bentuk algoritma yang menggunakan berbagai notasi yang di maksutkan untuk menyederhanakan bentuk kalimat manusia.

uContoh  Pseudocode:  Menghitung rata-rata tiga  buah data

Algoritma dengan struktur pseudocode :

  • input (a, b, c)
  • Jml = a+b+c
  • Rerata = Jml/3
  • Output (Rerata)

2. Menggunakan Flowchart

Diagram alir atau flowchart adalah suatu standar untuk menggambarkan urutan langkah dalam suatu proses. Setiap langkah dalam algoritma dinyatakan dengan sebuah symbol dan aliran setiap langkah dinyatakan dengan garis yang bertanda panah.

Contoh flowchart:

  • Problem: Menghitung Luaspersegipanjang

Algoritma:
av

  1. 1.Masukkan panjang(p)
  2. 2.Masukkan lebar(l)
  3. 3.Hitung luas(L), Yaitu panjang kali lebar
  4. 4.Cetak luas(L)

 

 

 

Struktur Penulisan Algoritma

Setiap Algoritma akan selalu terdiri dari tiga bagian yaitu :

a)                  Header (Judul)

Judul adalah bagian teks algoritma yang digunakan sebagai tempat mendefinisikan nama dengan menentukan apakah teks tersebut adalah program, prosedur, fungsi.

b)                 Kamus (Deklarasi)

Kamus adalah bagian teks algoritma sebagai  tempat untuk mendefinisikan :

  • Nama type
  • Nama konstanta
  • Nama variabel
  • Nama fungsi
  • Nama prosedur.

c)                  Penyajian Algoritma

Algoritma adalah bagian inti dari suatu  algoritma yang berisi instruksi atau  pemanggilan aksi yang telah didefinisikan.

Skip to toolbar